Hilal Tertutup Awan Tebal di Pamekasan

4 tahun ago admin 0

PAMEKASAN – Tim Rukyatul Hilal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tidak bisa melihat hilal di Pantai Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, pada Sabtu (24/4/2017) sore, karena terhalang mendung tebal.

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdhatul Ulama (LFNU) PCNU Pamekasan, Moh. Hosen mengatakan, tim peneropong yang terdiri dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Pamekasan serta Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Pamekasan, tidak bisa memastikan jatuhnya 1 Syawal 1438 Hijriah sebagai penanda berakhirnya bulan Ramadhan. Pasalnya pada saat itu terjadi mendung tebal.

“Tim disini tidak ada yang berhasil melihat hilal,” katanya, Sabtu (24/6/2017).

Namun tambah Hosen, tidak menutup kemungkinan di daerah lain bisa melihat hilal, sehingga awal Syawal sekaligus perayaan Hari Raya Idul Fitri 1348 jatuh pada besok Minggu (25/5/2017).

“Untuk memulai takbiran kita tunggu sidang istbat oleh Kemenag pusat,” tambahnya

Oleh karena itu, Dosen STAIN Pamekasan itu meminta, agar masyarakat, utamanya warga Nahdhatul Ulama (NU) di Kabupaten berslogan Gerbang Salam itu agar menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Warga NU jangan keburu berlebaran tapi tunggu keputusan pemerintah, kalaupun ada perbedaan maka jadikan hikmah saja,” tutup Hosen.

Sementara Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Panekasan, kH. Taufik Hayim memastikan jatuhnya 1 Syawal 1348 hijriah jatuh pada hari Ahad (25/6/2017) besok.

“Alhamdulillah di lapangan Watukosek berhasil melihat hilal, sekarang proses sumpah yang melihatnya sudah selesai,” tuturnya singkat.

Reporter: Rifqi

Editor : Taufiqurrahman