Mengenang Sosok Rois Syuriah PCNU Pamekasan (1)

4 tahun ago admin 0

PAMEKASAN – Sungguh tersentak warga NU Pamekasan ketika mendengar kabar wafatnya Rois Syuriah PCNU Pamekasan, KH. Abdul Mannan Fadhali, Ahad (15/7/2017). Pasalnya, kabar sebelumnya Rois Syuriah PCNU Sumenep, KH. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad sudah lebih awal dikabarkan wafat.

Wafatnya Kiai Mannan menjadi catatan bagi Wakil Rois Syuriah PCNU Pamekasan, KH Misbahul Munir, yang kerap mendampingi Kiai Manna dalam rapat-rapat di PCNU Pamekasan.

Inilah curahan perasaan Kiai Misbah;

“Dalam 3-5 tahun terakhir ini, satu persatu keluarga PP Miftahul Ulum Bettet dipanggil pulang, terakhir Rois Syuriah PCNU Pamekasan baru saja berpulang. Dan Bettet merupakan icon terbesar pesantren NU di Pamekasan. Kita tidak tahu apa yang dikehendaki Allah terhadap PCNU Pamekasan”.

“Apa Allah menghendaki kita semakin besar dengan ujian ini, atau ini justeru bala (kutukan) agar sesama pengurus NU bertikai menuju kehancuran. Almarhum adalah tokoh pemersatu. Beliau rekatkan semua potensi keretakan dengan caranya sendiri yg arif”.

“Kepadanya kita selalu mengadu dan minta solusi. Saat beliau masih ada, bolehlah kita bersikap sperti anak-anak, karena beliau selalu menjadi orang tua bagi kita. Beliau tak segan memberi petunjuk dan arahan. Beliau korbankan kesehatannya untuk NU”.

“Tak bisa kita percaya, tapi beliau betul-betul telah pergi. Mari kita hargai pengorbanan almarhum. NU kita harus selalu kompak dan harmonis”.

“Inna lillah terkenang di hati saya, beliau baru saja menguburkan umminya, kini beliau sendirilah yg terkubur”.