Ilmu Falak Perlu Diajarkan Sampai Ranting NU

9 tahun ago admin 0

PAMEKASAN – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH. Taufik Hasyim menuturkan, ilmu falak merupakan bidang ilmu yang sangat penting, dan generasi muda muslim harus ada yang ahli di bidang ilmu itu.

“Ilmu falak ini sangat penting, dan kita harus menciptakan generasi yang ahli dalam ilmu ini,” katanya Kiai Taufik saat menghadiri diklat kaderisasi ulama falak di Aula Kantor Kemenag Pamekasan, Selasa (9/5/2017).

Pelatihan angkatan 1 ini, diadakan oleh Lembaga Falakiyah PCNU Pamekasan yang bekerjasama dengan Badan Hisab Rukyat (BHR), Kemenag Pamekasan, dan Kompas Kulminasi yang akan berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 9 sampai 10 Mei 2017 di aula Kantor Kemenag Pamekasan.

Ditambahkan mantan aktivis PMII Kediri, Jawa Timur ini, dengan program pendidikan dan kegiatan kajian ilmiah tentang ilmu perbintangan itu dapat menciptakan generasi yang benar-benar memahami ilmu dan juga berguna dalam menentukan waktu sholat, arah kiblat, gerhana bulan dan matahari serta penentuan awal bulan bulan hijriyah secara menyeluruh.

“Semoga Kader-kader militan yang fokus pada Ilmu falak nantinya bisa memberikan kontribusi penuh terhadap masyarakat Pamekasan,” urai Taufik.

Dalam acara yang diikuti oleh 13 perwakilan takmir masjid se-Pamekasan, 13 perwakilan penyuluh KUA se-Pamekasan, perguruan tinggi dan pondok pesantren, bertujuan untuk mencetak generasi yang memahami ilmu falak yang nantinya dapat dilakukan di lembaga pendidikan dan pesantren-pesantren NU yang ada di bumi Gerbang Salam.

“Kaderisasi keilmuan di bidang falakiyah ini sangat penting di tengah-tengah masyarakat khususnya di tingkat bawah, sehingga berbagai kajian dan diklat perlu terus digelar,” ujarnya.

Ke depan, kata pengasuh Pondok Pesantren Sumber Anom Angsana, Palengaan ini, pelatihan dan pendidikan khusus ilmu falak mulai tingkat ranting dan MWC NU harus dilaksanakan.

“Bidang ilmu ini salah satunya berfungsi untuk meminimalisir perbedaan-perbedaan waktu sholat, perbedaan arah kiblat dan penentuan tahun baru hijriyah,” tutup Taufik mengahiri sambutannya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Taufiqurrahman