Cicit Syaikhona Cholil Bangkalan Wafat

8 tahun ago admin 0

BANGKALAN – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Madura. RKH. Kholilur Rahman atau biasa disapa Ra Lilur, telah kembali ke rahmatullah sekitar pukul 22:24 WIB, di Kediamannya, Banjar, Tanah Merah, Bangklan, Selasa (10/04/2018).

Informasi ini diperkuat oleh salah satu keluarganya, RKH. Nasich Aschal. Melalui pesan suara yang diterima NU Online Pamekasan, kiai muda yang akrab disapa Ra Nasich ini membenarkan kabar meninggalnya kiai yang dikenal jadab itu.

“Iya, benar. Kiai Kholilur Rahman, Ra Lilur, meninggal dunia. Sudah tidak ada. Mohon doanya (untuk beliau. Red.),” kata kiai muda ini sambil terisak dan tidak bisa membendung tangisnya.

Janazah almarhum saat ini sudah berada di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Demangan, Bangkalan, di kediaman almarhum kakaknya, RKH. Abdullah Schal dan akan dimakamkan di kompleks pemakaman Martajasah tempat dimana Syaikhana Cholil bin Abdul Lathief dimakamkan.

Menurut informasi, proses pemakaman rencananya akan dilangsukan siang ini. Sekitar pukul 12:00 WIB, jenazah akan diberangkatkan dari Ponpes Syaichona Cholil menuju pemakaman Martajasah.

Ra Lilur adalah cicit tokoh penting yang menentukan lahirnya organisasi NU, Syaichona Muhammad Cholil bin Abdul Lathief Bangkalan. Ra Lilur dikenal sebagai sosok sufi yang unik serta di luar akal sehat pada umumnya (majdub). Ia lebih banyak diam. Bahkan, kepada orang yang dekat sekalipun, Ra Lilur lebih sering berkomunikasi menggunakan isyarat.

Setelah informasi ini menyebar ke berbagai media sosial, sejumlah tamu berdatangan ke kediaman almarhum. Baik dari pihak keluarga ataupun dari beberapa daerah di luar Bangkalan.


Reporter: Ahnu
Editor: Taufiqurrahman