Ra Taufik: “Tidak Akan Ada Hari Pahlawan Tanpa Resolusi Jihad”
9 tahun ago admin 0
PAMEKASAN – Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU), Hadlratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, 22 Oktober 1945 silam melalui organisasi yang dipimpinnya menjadi penentu lahirnya perang melawan penjajah Belanda 10 November 1945 di Surabaya yang oleh pemerintah ditetapkan menjadi Hari Pahlawan.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, saat memberikan sambutan dalam perayaan puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Rabu (25/10/2017) malam di Monumen Arek Lancor Pamekasan.
“Bahkan, mohon maaf Pak Kapolres dan Pak Dandim, yang membunuh Jenderal Mallaby itu adalah Harun, santri Tebuireng Jombang. Bukan tentara,” papar Kiai muda yang akrab disapa Ra Taufik itu.
Berdasarkan sejarah tersebut, lanjut Ra Taufik, presiden kemudian menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.
Kepres itu menurut Ra taufik tidak berlebihan. Menurutnya kontribusi santri terhadap Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Santri mampu mengisi kemerdekaan negeri ini.
“Santri ada yang menjadi arsitek, santri ada yang jadi menteri, santri ada yang menjadi ekonom dan lain sebagainya,” lanjut mantan aktivis PMII Kediri, Jawa Timur, ini.
Alumni Pesantren Riyadhul Jannah, Rosefah, Arab Saudi itu juga menyampaikan bahwa santri merupakan benteng dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Reporter: Ahnu
Editor: Yono

