KH. Muddatstsir: “Yang Berjuang dengan Kekerasan Akhirnya Bubar”

6 tahun ago admin 0

PAMEKASAN – Mustasyar PCNU Pamekasan, KH. Muddatstsir Badruddin, mengatakan bahwa perjuangan apapun yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan umurnya tidak akan lama.

“Dulu ada DII-NI (Darul Islam Indonesia-Negara Islam Indonesia, Red.), ada PRRI-PERMESTA (Pemerintah Rovolusioner Republik Indonesia-Perdjuangan Semesta, Red). Semua bubar karena bernafaskan kekerasan,” papar Wakil Rais PWNU Jawa Timur itu saat memnyampaikan amanah dalam perayaan Harlah ke-95 NU, Sabtu (07/04/2017) malam di lapangan sepak bola Waru, Pamekaaan.

Bubarnya gerakan kelompok-kelompok tersebut karena menyalahi ajaran Rasulullah.

“Rasulullah tidak pernah mengajarkan kekerasan,” lanjut pengasuh Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan.

Maka dari itu, alumnus PP. Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur itu mengajak seluruh warga nahdliyin untuk tetap istikamah berjuang bersama para ulama NU.

Lebih lanjut, Kiai Muddatstsir juga meminta segenap warga NU untuk senantiasa menjaga tali silaturrahim terlebih di musim politik ini.

“Jangan sampai kita bermusuhan hanya karena politik,” lanjutnya.

Kiai yang juga pernah menjadi santri Syaikh Ismail Al-Makky, Mekkah, Arab Saudi itu juga menyinggung pentingnya nasionalisme melalui kisah lahirnya Resolusi Jihad NU.

“Fatwa jihad itu menyatakan bahwa membela tanah air hukumnya fardlu ‘ain,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kiai Muddatstir menegaskan permintaannya untuk tetap menjaga ukhuwah dan persatuan antarsesama.


Reporter: Ahnu
Editor: Anam