Santri An-Nasyiin Gerak Jalan Pakai Sarung dan Sandal Jepit

9 tahun ago admin 0

PAMEKASAN – Peserta Gerak Jalan dalam rangka HUT ke-72 RI dari Pondok Pesantren An-Nasyiin Grujugan, Kecamatan Larangan menyedot perhatian. Penyebabnya para santri tersebut mengenakan sarung, kopiah dan sandal jepit. Tak pelak, warga yang menyaksikan kegiatan yang digelar Kantor Kecamatan Larangan itu memelototi peserta unik ini.

KH. Ach. Fauzi Hasbullah, Pengasuh Pesantren An-Nasyi’in, mengungkapkan bahwa kostum tersebut merupakan pakaian sehari-hari santri. Hal ini juga sebagai bukti bahwa santri, yang dikenal dengan kaum sarungan dan dikenal salaf, tidak mengabaikan terhadap peringatan HUT RI. Santri Pondok Pesantren An-Nasyiin menunjukkan cinta tanah air, membela NKRI dalam bingkai asas negara Bhinneka Tunggal Ika. “Pondok Pesantren An-Nasyiin berpartisipasi dalam lomba gerak jalan menunjukkan santri itu sangat cinta bangsa,” katanya kepada NU Online Pamekasan.

Disamping itu, lanjut Kiai Fauzi, Pondok Pesantren merupakan salah satu bagian besar dari pada kemerdekaan Indonesia. Berkat perjuangan para kaum sarungan (santri) Indonesia dapat meraih puncak kemerdekaannya.

Mengenakan sarung juga dinilainya sebagai cara menerapkan prinsip “al-muhafadzatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah”. Maqalah ini yang menjadi inisiatif dan inovasi Pondok Pesantren An-Nasyiin untuk berpartisipasi dalam Lomba Gerak Jalan dengan mengenakan kostum sarung. “Sarung menunjukkan mempertahankan tradisi lama yang dicontohkan oleh para ulama. Gerak Jalan merupakan pembuktiaan cinta tanah air, cinta NKRI, cinta Pancasila, cinta Bhinneka Tunggal Ika,” tambah kiai Fauzi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pondok Pesantren An-Nasyiin, Moh. Kurdi, mengapresiasi seluruh santri yang mampu menunjukkan rasa cinta Tanah Air. Kaum Sarungan itu menurutnya tidak hanya dibina dalam masalah kitabiyah-nya, “akan tetapi dibina dalam urusan kedisiplinan, ketegasan dan percara diri melalui gerak jalan,” pungkas aktivis GP. Ansor Pamekasan tersebut.


Reporter: Imam S. Arizal
Editor: Ahnu