PCNU Pamekasan

NU Pamekasan Salurkan Bantuan Bencana Alam Pacitan

8 tahun ago admin 0
PAMEKASAN – Rombongan PCNU Pamekasan Peduli Bencana yang dikomando oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Selasa malam (02/01/2018) berangkat ke Pacitan untuk menyalurkan bantuan secara langsung. Rombongan yang juga melibatkan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Read More

Ketua PCNU Pamekasan: “Tahun Baru Adalah Momen Muhasabah”

8 tahun ago admin 0
PAMEKASAN – Pergantian tahun yang selalu dirayakan dengan meriah seharusnya diisi dengan hal-hal postif serta menjadi momentum untuk muhasabah atau introspeksi diri. Hal ini diungkapkan oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, kepada NU Online Pamekasan, Sabtu (30/12/2017) pagi. “Apakah selama ini kita sudh sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah atau tidak? Apakah selama ini kita sudah Read More

Kiai Musleh Hampir Kena Gendam Orang Ngaku Habib

8 tahun ago admin 0
PAMEKASAN – Salah satu pengurus Lembaga Dakwah PCNU Pamekasan, KH. M. Musleh Adnan mengaku hampir kena gendam oleh segerombolan orang yang mengaku habib. Hal ini diungkapkan oleh alumni PP. Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur itu melalui akun facebook pribadinya, Jumat (29/12/2017) siang. “Awalnya langsung berdoa dan selanjutnya memamerkan ilmunya seperti sulap,” tulisnya. Tidak berhenti Read More

Belajar Sabar dan Mengendalikan Amarah

8 tahun ago admin 0
Oleh: KH. M. Musleh Adnan* Dikisahkan ada sahabat Nabi yang asalnya seorang Yahudi di Madinah, setelah mendengarkan dakwah Nabi Muhammad SAW kemudian beliau memeluk Islam. Sahabat ini pernah ditawarkan oleh Khalifah Umar bin Khatthab untuk menjadi hakim di Suriah, tetapi ditolaknya. Kemudian Khalifah memintanya untuk mengajarkan Islam di Suriah. Ia adalah Abu Darda’. Pernah suatu Read More

Madura Sebagai Pulau NU

8 tahun ago admin 0
Oleh: Taufiqurrahman Khafi* Gerakan dan organisasi radikal di pulau Madura sudah sangat kasat mata. Mereka terang-terangan melakukan provokasi dan gerakan yang menjurus kepada kekerasan fisik dan psikologis. Mereka tidak segan-segan menghujat, mengkafirkan, menyesatkan, bahkan menyamakan status kiai dan ulama seperti binatang. Kekejian ini terus disebarkan melalui berbagai varian sosial media. Ada juga publikasi melalui baleho-baleo Read More