Remas Harus Piawai di Era Milenial
8 tahun ago admin 0
PAMEKASAN – Remaja masjid (Remas) tidak boleh gagap teknologi-informasi. Mereka harus mampu mewarnai era milenial. Jika tidak, maka mereka bakal tergilas oleh ganasnya globalisasi.
Demikian ditegaskan remas senior di Kabupaten Pamekasan, Ustadz Ach Muchlis saat menjadi pemateri Pelatihan Remas se-Kabupaten Pamekasan yang diadakan Remas Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan, Sabtu (14/04/2017). Kegiatan tersebut berlangsung hingga Ahad (15/04/2017) siang.
“Sebagai muharrik masjid, Remas di era milineal mesti punya kecerdasan yang mumpuni. Karena itu, selain mengurus kebersihan dan merawat ibadah mahdlah di masjid, mereka juga mesti punya keterampilan dalam pengembangan masjid,” tegas Ustadz Muchlis.
Pengembangan masjid tersebut, ujarnya, salah satunya ialah mampu menarik minat para remaja dan kalau perlu bahkan pemuda untuk berdatangan ke masjid. Mereka digiring untuk menajamkan spiritualitas sekaligus keilmuannya.
“Salah satu pelatihan seperti ini sudah masuk katagori pengembangan masjid oleh Remas. Apalagi, pesertanya berasal dari Remas dan perwakilan organisasi di Kabupaten Pamekasan. Remas Masjid Asy-Syuhada bisa dikatakan sudah mampu memberi warna tersendiri di era milenial ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Muchlis menekankan kepada peserta dan pengurus Remas agar menghidupkan perpustakaan masjid. Seiring dengan itu, halaqah-halaqah kecil yang menajamkan diskusi keagamaan maupun kebangsaan diharapkan juga menjadi tradisi remaja masjid.
“Remas adalah generasi emas Islam. Kalian adalah harapan kami untuk meneruskan estafet amanah ke-Remas-an,” tukas Ustadz Muchlis
Reporter: Anam
Editor: Ahnu

